Apa Komentar Mereka Tentang Dian Sura?


Tidak terasa, media Dian Sura sudah memasuki edisi ke-12, yang terbit tiap tiga bulan sekali. Tepat pada edisi ke-12 ini, Dian Sura memasuki ulang tahunnya yang ketiga. Dalam rangka ulang tahun Dian Sura ketiga ini, redaksi sengaja menerbitan edisi khusus.

Setelah tiga tahun bergelut dalam proses penerbitan media komunitas ini, Tim Redaksi membutuhkan masukan tentang sajian berita Dian Sura, baik segi penampilan, isi tulisan, serta harapan, kritik dan saran agar ke depan bisa terbit lebih baik lagi.

Meski tidak semua pembaca dapat diwawancarai, namun ada beberapa perwakilan dari unsur tokoh masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten, pengurus ORA dan instansi lainnya yang memberikan menyampaikan masukan terhadap redaksi Dian Sura. Berikut beberapa komentar mereka:

Hamdan Farhan (staf UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta). Menurut pengelola Berita ORA ini, setiap edisi Dian Sura dia pasti membacanya. Hamdan menilai, sajian isi berita Dian Sura selama ini excellence alias sangat bagus. Bentuk tampilannya sudah memenuhi standar media cetak karena Dian Sura berpedoman pada model media komunitas yang berbasis masyarakat. Dian Sura juga sudah memenuhi kriteria sebagai media informasi dan komunikasi bagi Organisasi Rakyat. Dari aspek isi berita sangat merakyat dan lay outnya menarik, tidak membuat bosan. Hamdan berharap agar Dian Sura tetap mempertahankan kualitas berita yang selama ini sudah ada. “Kalau bisa untuk rutin dikirim ke Kementrian Kesehatan,” katanya.

Sadinah (Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan Primer (PKP) UPKM/CD RS Bethesda). Meski tidak semua edisi Dian Sura pernah dibacanya, namun Sadinah menilai sajian berita Dian Sura cukup baik. Berita yang disajikan sudah mengakomodir kebutuhan ORA dan sangat menarik. Meski merasa tidak bisa mengomentari lebih detail karena bukan ahli jurnalistik, namun perempuan yang banyak terlibat dalam penanggulangan HIV-AIDS ini berharap dalam penerbitan Dian Sura perlu menampilan profil ORA, pemahaman tentang pengobatan tradisional dan juga HIV-AIDS. “Saran saya, penerbitan Dian Sura tetap dilanjutkan terus dan semoga lebih baik lagi,” harapnya.

Heri Karya Prayoga (Area Manager UPKM/CD RS Bethesda wilayah Alor). Bagi Yoga, demikian dia dipanggil, media Dian Sura sangat mewakili seluruh kegiatan ORA di Jawa Tengah dan menjadi bacaan bagi ORA-ORA yang ada di seluruh nusantara. “Kegiatan ORA di Jawa Tengah yang diberitakan di Dian Sura seringkali memberikan inspirasi bagi ORA di Alor untuk membuat kegiatan yang serupa,” katanya. Yoga mengaku sudah membaca hampir semua edisi Dian Sura. Menurutnya, sajiannya cukup bagus dan bentuk tampilan sudah baik. Harapan ke depan, Dian Sura dapat menyelipkan pendapat para pakar dalam sajian beritanya sehingga memperkuat isi berita. “Sebab Dian Sura merupakan bagian bacaan ORA-ORA di Alor, sehingga isinya dipelajari dan dijadikan acuan dalam membuat berita yang ada di Alor,” katanya.

Heri Purnomo (Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati). “Saya mewakili dari seluruh karyawan yang ada di Dinkes Kabupaten Pati sangat berterima kasih dengan hadirnya CD Bethesda yang sangat membantu kami dalam mempromosikan kesehatan melalui buletin Dian Sura yang pernah kami baca,” kata Heri Purnomo. Menurutnya, bentuk sajian dan tampilan Dian Sura sangat baik. Dia berharap kemitraan yang baik selama ini tetap berlanjut karena kehadiran Dian Sura memiliki visi dan misi yang sama dengan Dinas Kesehatan yaitu untuk melakukan promosi kesehatan. “Dengan hadirnya Dian Sura, masyarakat akan lebih tahu tujuan CD Bethesda dan kami sangat mendukungnya”, ungkapnya.

Juri (kepala desa Jati Mudo, kecamatan Sulang, kabupaten Rembang). Menurut pria berkumis tebal ini, isi berita Dian Sura sudah memberitakan banyak kegiatan yang dilakukan CD Bethesda bersama ORA-ORA di Jawa Tengah, baik promosi kesehatan, pertanian organik, pengobatan tradisional, WC bergulir dan sebagainya. Juri sangat mendukung hadirnya Dian Sura, karena dengan adanya berita kegiatan seperti itu warga desanya lebih tahu program CD Bethesda. “Melalui Dian Sura, lambat laun masyarakat secara keseluruhan bisa menerima kehadiran CD Bethesda dengan baik,” ungkapnya.

Nur Subiyakto (kepala desa Baturejo, kecamatan Sukolilo, kabupaten Pati). Menurut kepala desa yang relatif masih muda ini, Dian Sura sangat bagus sebagai bahan bacaan. “Sajian serta tampilannya sudah memenuhi standar dan kriteria sebagai media informasi di masyarakat,” katanya singkat.

Sudipo (ketua ORA Kelompok Tani Klakah Makmur (KTKM) desa Banyumanis, kecamatan Donorojo, kabupaten Jepara). Sudipo menilai Dian Sura sudah sangat bagus, tetapi perlu ditingkatkan lagi kualitas isinya. Dian Sura juga dianggap mampu memberikan tambahan wawasan bagi anggota ORA dan juga pembaca lainnya. Sudipo berharap agar pengiriman Dian Sura bisa tepat waktu dan jurnalisnya diberikan pendidikan lagi agar lebih baik dan isi beritanya tidak ketinggalan seperti berita-berita di koran,” katanya.

Chornelius Suyoto (pengurus ORA Kelompok Tani Klakah Makmur (KTKM)  desa Banyumanis, kecamatan Donorojo, kabupaten Jepara). “Dian Sura mantap!” kata Suyoto yang juga tokoh masyarakat ini. Menurutnya, Dian Sura mampu membuat pembaca semakin mengerti tentang jamu atau obat tradisional, tanaman obat, pupuk organik dan pengobatan akupresure. “Bagi saya, Dian Sura termasuk bacaan yang harus dimiliki,” katanya mantap.

Ngarso (ketua ORA Damarwulan Manunggal desa Damarwulan, kecamatan Keling, kabupaten Jepara). Ngarso menyatakan merasa sangat bangga terhadap keberadaan Dian Sura karena kegiatan ORA di Jawa Tengah yang bermitra dengan UPKM/CD RS Bethesda dapat termuat di media tersebut. “Melalui Dian Sura, setiap ORA bisa saling bertukar pengalaman,” katanya. Namun, Ngarso menilai banyak pembaca yang mulai jenuh karena berita yang disajikan hanya berita tentang kegiatan ORA saja. Oleh sebab itu, Ngarso berharap agar Dian Sura dapat membuat berita yang bisa memberikan informasi yang dapat menambah ilmu bagi pembacanya. “Selain itu, mohon para wartawan Dian Sura dilengkapi dengan kamera supaya berita yang disajikan lebih akurat,” harapnya.

Idzham (Ketua ORA Akar-akar di Lombok, NTB). Idzham mengaku sudah membaca Dian Sura empat edisi, termasuk waktu ada Munas ORA di Lombok yang berisi berita profil kader-kader ORA di Jawa Tengah. Dia selalu menunggu kehadiran berita Dian Sura di Lombok. “Terus terang, kami sebagai ORA baru yang ada di Lombok, belum mengerti cara membuat berita seperti yang ada di Dian Sura,” katanya. “Semua materi yang kami baca, menjadi bahan acuan untuk menulis berita di ORA Akar-akar,” lanjutnya. Lebih jauh lagi, Idzham berharap agar Dian Sura mengangkat materi yang menyangkut kinerja stakeholder di Jawa Tengah. “Karena yang saya tahu pemerintah di Mataram tidak berpihak pada rakyat kecil,” ungkapnya. Akhirnya, Idzam mengucapkan, “Sukses buat Dian Sura, semoga jaya dan selamat ulang tahun.” (tim redaksi)

Posted on 4 Maret 2011, in Media Komunitas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: