PENANGGULANGAN HIV-AIDS di PANTURA : PERLU KOMITMEN DAN SINERGI PROGRAM ANTAR KABUPATEN


Upaya mengatasi permasalahan yang berkenaan dengan penyebaran HIV-AIDS, membutuhkan beberapa strategi yang benar-benar matang sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.

Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) sebagai perkumpulan anak muda yang memiliki kepedulian terhadap penanggulangan HIV-AIDS telah mencoba melakukan berbagai upaya tersebut. Salah satunya, pada tanggal 29 Juni 2010 lalu mengadakan seminar dengan tema “Strategi Penanggulangan HIV-AIDS di Pantura”.

Kegiatan ini bertujuan membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat luas tentang bahaya HIV-AIDS dan merumuskan strategi bersama penaggulangannya, khususnya di wilayah pantura timur.

Seminar yang bertempat di ruang seminar lantai 4 gedung rektorat Universitas Muria Kudus (UMK) ini bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMK, dan mendatangkan narasumber dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Tengah, KPA Kabupaten Jepara, dan akademisi UMK sendiri.

Sekitar 100 peserta seminar yang hadir sempat tercengang saat Suwondo, Wakil Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah, memperlihatkan data-data seputar peningkatan kasus HIV-AIDS di Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah sendiri menempati urutan ke 7 tertinggi nasional kasus HIV-AIDS dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

10 PROVINSI DI INDONESIA DENGAN KASUS AIDS TERBANYAK S/D 31 DESEMBER 2009

Sumber : KPA Provinsi Jawa Tengah

Sebagai lembaga bentukan pemerintah yang bergerak dalam penanggulangan HIV-AIDS, KPA Provinsi Jawa Tengah merumuskan beberapa strategi khusus untuk mensikapi kondisi tersebut. Strategi yang dijalankan antara lain meningkatkan kualitas, kuantitas dan kinerja semua pihak yang berlibat dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS serta melakukan analisa situasi pada kelompok berisiko.

Selain itu, secara internal KPA Provinsi juga berusaha memantapkan fungsi KPA provinsi dan kabupaten/kota serta memanfaatkan berbagai media untuk sosialisasi dan advokasi.

Secara khusus, di wilayah pantura timur yang meliputi eks-karesidenan Pati, ternyata kabupaten Jepara menduduki rangking tertinggi kasus HIV-AIDS. Yunanto, Sekretaris KPA Kabupaten Jepara, sangat prihatin atas tingginya kasus di wilayahnya ini.

JUMLAH KASUS DAN KEMATIAN AIDS SAAT INI DI KABUPATEN JEPARA 1997-2010 (Juni)

Sumber: KPAD Jepara

Meski demikian, KPA Kabupaten Jepara tidak tinggal diam. Yunanto, menuturkan beberapa upaya pencegahan yang telah dilakukan KPA, di antaranya menyusun rencana strategis penanggulangan HIV-AIDS, pertemuan koordinasi KPA kabupaten, pelatihan penanggulangan HIV-AIDS bagi petugas Puskesmas, sosialisasi HIV-AIDS  bagi tokoh masyarakat, dan pengambilan spesimen HIV-AIDS.

Yunanto sendiri sangat senang ketika didaulat menjadi narasumber dalam seminar ini. Karena baru pertama kali dirinya mengikuti seminar yang dihadiri oleh. Dalam ajakannya kepada peserta seminar yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari guru, pelajar, mahasiswa, Dinas Kesehatan Kabupaten, dosen, serta beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini, Yunanto meminta kesediaan semua pihak untuk bersama-sama peduli dalam penanggulangan HIV-AIDS demi kesejahteraan hidup umat manusia.

“Salah satu strategi kita adalah merangkul semua instansi terkait baik pemerintah maupun non pemerintah, baik di dalam maupun di luar kabupaten Jepara,” katanya menjelaskan.

Sebagai kabupaten yang berdekatan, Yunanto juga berpesan kepada pemerintah kabupaten Kudus agar secepatnya membentuk KPAD supaya permasalahan HIV-AIDS bisa teratasi dengan baik. “Kami juga mengharapkan adanya adanya sharing program atau strategi antar KPAD supaya kerja kita maksimal dalam mengatasi masalah HIV-AIDS,” pesan Yunanto di akhir presentasinya.

Sementara itu, Widjanarko, narasumber dari Fakultas Psikologi UMK lebih menyoroti perilaku para remaja yang bisa mengarah pada penularan HIV. “Pemakaian narkoba dan gaya pacaran yang tidak sehat merupakan pintu awal bisa tertularnya penyakit HIV-AIDS,” ungkapnya. Oleh sebab itu, menurut Widjanarko, menjaga pola hidup dan perilaku yang baik merupakan langkah awal dalam upaya pencegahan penularan HIV-AIDS.

Melalui seminar ini penyelenggara berharap agar komitmen yang terbangun antar kabupaten di wilayah pantura timur dapat dilanjutkan dalam implementasi program kerja yang saling mendukung. Dengan demikian, kegiatan yang sinergis itu mampu menekan angka HIV-AIDS yang selalu naik tiap tahunnya.  (Udin/PIKM Kudus)

Posted on 4 Maret 2011, in Penanggulangan HIV-AIDS. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: