Jurnalis Mesti Kritis dan Selalu Skeptis


Media  massa menjadi salah satu sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Di era 90-an, media massa yang menyajikan berita kritis dan keras memang cukup mendapat respon dari masyarakat luas. Sayangnya, media seperti itu mendapat tekanan dari rezim saat itu. Banyak media massa yang ditutup dan tidak bisa terbit karena alasan politik.

Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1997-1998 di saat iklim politik kembali memanas, hampir setiap hari media massa menyajikan foto demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tidak pernah lagi ada pembreidelan atau penutupan media massa karena bersikap kritis pada pemerintah. Bahkan, puluhan media massa tumbuh dan bersaing untuk dapat menyajikan berita terbaik kepada masyarakat. Di pihak lain, masyarakat sendiri juga menempatkan informasi sebagai kebutuhan pokok.

Selain media massa yang didirikan dan dikelola oleh perusahaan media, muncul pula ratusan media komunitas yang ingin menyajikan berita dan informasi dari sisi berbeda, yaitu langsung dari sudut pandang pelakunya. Salah satunya yaitu media  komunitas Dian Sura (Media Antar Suara Rakyat). Dian Sura memberikan sajian berita berupa kegiatan ataupun pelayanan yang dilakukan Organisasi Rakyat (ORA) mitra UPKM/CD RS Bethesda wilayah Jawa Tengah.

Dian Sura ingin menjadi sumber berita bagi komunitas pembacanya dalam upaya membangun masyarakat yang sehat secara alami dan hidup selaras dengan alam.  Media yang terbit setiap tiga bulan ini berupaya memberikan informasi dari segala aspek yang bermanfaat bagi pembacanya.  Misalnya tentang cara bertani organik yang menguntungkan, manfaat tanaman obat dan pengobatan tradisional, informasi tentang HIV-AIDS yang kasusnya makin melonjak tiap tahunnya, pemahaman tentang penyakit menular dan penyakit degenaratif dan sebagainya.

Meskipun mayoritas jurnalis Dian Sura adalah kaum tani, namun kegigihan dan tekad mereka untuk membuat berita yang bermanfaat dan layak disajikan kepada pembaca patut diacungi jempol. Meski seringkali harus jatuh bangun dalam menyusun kata-kata menjadi kalimat yang menarik para pembaca, tapi semangat mereka tidak kalah dengan para wartawan profesional. Hal ini terbukti Dian Sura tetap eksis menginjak usia tiga tahun ini.

Di setiap edisinya, para jurnalis Dian Sura mampu menyajikan sejumlah berita untuk disampaikan kepada masyarakat. Berita tersebut berasal dari para jurnalis serta kontributor Dian Sura yang tersebar di tujuh kabupaten di wilayah pantura timur Provinsi Jawa Tengah.

Guna merefleksikan keberadaan media komunitas ini, tanggal 25 September 2010 lalu, Redaksi Dian Sura mengadakan sarasehan serta ulang tahun Dian Sura yang ke-3 di Rumah Makan Putera Mahkota, Pati. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan semangat jurnalis dan kontributor agar Dian Sura semakin maju dan menjadi bacaan yang dibutuhkan masyarakat.

Sonya Hellen Sinombor, salah satu wartawan Kompas yang bertugas di Semarang, menyempatkan diri hadir sebagai narasumber dalam ulang tahun Dian Sura kali ini. Dalam pemaparannya, Sonya tidak segan-segan memberikan pembelajaran berharga bagi jurnalis Dian Sura. Menurut perempuan asli Menado ini, arti jurnalis sendiri mengandung makna suatu bidang profesi yang menyajikan kejadian dengan sarana yang ada dalam kegiatan pers.

Seorang jurnalis yang profesional memiliki ciri-ciri antara lain : selalu bersikap skeptis yaitu selalu menggugat dan mempertanyakan segala sesuatu, mau bertindak, mau berubah, interprenuer atau kewirausahaan, serta punya mata, telinga, dan hati publik. Artinya, seorang jurnalis harus bisa melihat, mendengar serta merasakan di dalam hatinya tentang suatu kejadian. Ia harus peka terhadap kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Sehingga berita yang disajikan berdasarkan kejadian yang sesungguhnya, bukan dari rekayasa penulis.

“Seorang penulis harus bisa mempertanggungjwabkan kevalidan berita yang ditulisnya,” kata Sonya. “Dan perlu diingat, bagi kami yang bergerak di dunia pers, ada undang-undang yang bisa melindungi dan juga membawa konsekuensi hukumnya apabila tidak berhati-hati dalam penulisan berita.”

Lebih lanjut dijelaskan, penulisan berita tidak diperbolehkan asal menulis sesuka hati, namun harus mengikuti kode etik yang telah disepakati bersama. Misal, dalam kasus hukum perlu adanya nama inisial seseorang untuk menjaga privasi orang tersebut. Sehingga jurnalis tidak dituntut karena telah mencemarkan nama baik orang yang bersangkutan di hadapan publik.

Sonya juga kembali mengongatkan, seorang jurnalis harus mempunyai pegangan kunci yang baku dalam penulisan berita yang disebut 5 W + 1 H, yaitu What, When, Where, Who, Why dan How, yang artinya Apa, Kapan, Di mana, Siapa, Mengapa dan Bagaimana. “Pegangan kunci jurnalis ini tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tandasnya. “Salah satu unsur saja tidak masuk, maka tidak layak menjadi berita.”

Dalam pemaparan makalahnya yang diberi judul “Media Komunitas Potret Perlawanan Arus Bawah”, Sonya menyatakan walau hanya berupa media komunitas yang belum banyak dikenal masyarakat dan jajaran pemerintahan, namun berita yang dimuat adalah berita yang sedang terjadi di wilayah para jurnalis tinggal, sehingga kevalidan berita Dian Sura dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui diskusi ini diharapkan jurnalis Dian Sura dapat meningkatkan eksistensinya dalam menulis berita yang diwartakan pada masyarakat luas. Sehingga berita yang disajikan benar-benar valid serta dapat dipertanggungjwabkan.

Teruslah berkarya jurnalis Dian Sura, bentangkan sayapmu agar masyarakat mengenalmu dan engkau dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan wartamu. (Sujono/ORA Sumber Utami)

Posted on 7 Maret 2011, in Media Komunitas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: