ORANG DESA PUN BISA MEMBUAT KAPSUL OBAT


Organisasi Rakyat (ORA) Kasih Ibu pada tanggal 12 Oktober 2010 lalu mengadakan Pelatihan Obat Tradisional. Salah satu ORA mitra UPKM/CD RS Bethesda wilayah Jawa Tengah yang berada di dukuh Pepe, desa Prigi, kecamatan Kedungjati, Grobogan ini berharap agar pelatihan ini dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk menggali kembali pengobatan tradisional.

Perlu disadari bahwa dukuh Pepe termasuk daerah yang jauh dari akses pelayanan kesehatan. Untuk menjangkau pelayanan kesehatan mereka harus mengeluarkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit karena akses transportasi yang juga sulit. Oleh sebab itu, bila ada pengetahuan tentang tanaman obat yang bisa dimanfaatkan tentu akan membantu mengatasi keluhan penyakit warga.

Selain memberikan pemahaman tentang beberapa tanaman obat yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional, peserta juga dilatih untuk membuat salep kulit, balsem putih dan kapsul asam urat. Semua bahan dasar yang digunakan untuk membuat ketiga obat tradisional tersebut berasal dari tanaman obat yang bisa diperoleh dari sekitar rumah.

Contohnya, pembuatan kapsul asam urat yang menggunakan bahan dari serbuk daun kepel atau temu lawak, suruh-suruhan dan kumis kucing. Semua bahan dari tanaman obat ini dikeringkan dan dihaluskan menjadi serbuk lebih dahulu. Selanjutnya ketiga bahan dimasukkan ke dalam toples serta dicampur dengan alkohol dan air. Campuran didiamkan selama kurang lebih 5 hari. Setelah 5 hari, campuran bahan tersebut disaring kemudian diuapkan. Hasil penguapan berupa ekstrak setelah ditambahkan sari pati jagung yang disebut amilum. Hasil ekstrak berupa serbuk sari-sari tanaman inilah yang kemudian dimasukan ke dalam cangkang kapsul yang telah disediakan.

Menurut peserta, pembuatan kapsul biasanya hanya dapat dilakukan para tenaga apoteker atau orang yang ahli dalam membuat obat-obatan. Tapi setelah pelatihan ini, peserta tahu bahwa mereka sendiri juga dapat membuat kapsul. Bahkan, bahan-bahannya pun berasal dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar rumah.

Peserta juga yakin kapsul yang mereka buat sangat kecil efek sampingnya karena bahan-bahannya berasal dari tanaman yang berkhasiat dan juga tidak adanya campuran bahan kimia berbahaya di dalamnya.

Demikian juga salep kulit yang antara lain menggunakan bahan utama brotowali, daun mimba, kunyit, dan serai wangi. Bahan-bahannya pun dapat kita jumpai di sekitar tempat tinggal.

Kini warga mengerti kalau obat-obatan tradisional bisa dipercaya mampu menyembuhkan macam-macam jenis penyakit dan sangat kecil efek samping yang ditimbulkannya. Beda dengan obat-obatan kimia yang beredar di masyarakat sekarang ini.

Melalui pelatihan ini, ORA Kasih Ibu mengharapkan agar masyarakat lebih mengerti dan paham manfaat obat-obatan tradisional yang terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Melalui pelatihan ini pula masyarakat dapat menerapkan pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tidak lagi hanya tergantung pada obat-obatan kimia namun beralih ke obat tradisional.  (Jumadi/ORA Kasih Ibu)

Posted on 7 Maret 2011, in Pengobatan Tradisional. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: