Pasca Banjir, Warga Dukuh Tonjong Dapatkan Pengobatan Massal


Banjir bandang sudah sering melanda Dukuh Tonjong, desa Deras, kecamatan Kedungjati, Grobogan. Banjir besar pertama kali terjadi di daerah tahun 1992 akibat luapan dari sungai Tuntang yang tidak mampu menampung air hujan. Tahun 2002 bencana tersebut kembali terulang dan mengakibatkan sejumlah warga harus mengungsi. Sejak itu, hampir setiap tahun warga pedukuhan Tonjong harus menghadapi banjir yang selalu dating dengan tiba-tiba.

Akibat banjir yang berulang ini, kerugian yang dialami warga sudah tidak terhitung lagi, mulai dari rumah yang hanyut dan rusak, termasuk harta benda dan hewan peliharaan yang ikut hanyut terbawa arus. Ketinggian air yang bisa mencapai sekitar tiga meter dengan arus yang deras memang memungkinkan merusak apa saja yang dilewatinya.

Di tahun 2010 ini pun warga Tonjong kembali disapa banjir. Sebelum banjir datang, warga sebenarnya telah mengusahakan pendirian rumah pengungsian sementara untuk warga dan ternaknya, namun pemerintah kabupaten Grobogan nyatanya belum memberikan tanggapan positif atas usulan ini. Usulan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah juga mengalami jalan buntu. Meski demikian, warga tetap berharap suatu saat nanti usulan mereka dapat dipenuhi pemerintah.

Selain kerugian harta benda, pasca banjir biasanya warga mengalami berbagai keluhan penyakit, misalnya gatal-gatal, diare dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Guna meringankan beban masyarakat korban banjir ini, Organisasi Rakyat Kelompok Tani Korban Banjir (ORA KTKB) berkerjasama dengan UPKM / CD RS Bethesda mengadakan pengobatan massal.

Pelayanan pengobatan meliputi dua jenis, yaitu berupa pengobatan medis yang ditangani dokter Iwan Setiawan dari Semarang dan pengobatan akupresur yang ditangani oleh kader-kader akupresur Jawa Tengah. Kader akupresur yang ikut dalam pelayanan ini yaitu Sudiman, Sidik, Hasan, Sunoto, Rusmin dan Zamroni.

Pelayanan pengobatan ini dirasakan sangat membantu warga dalam menangani penyakitnya. Warga bisa menentukan pilihan akan menggunakan pengobatan ala dokter atau akupresur. Jika pelayanan medis sudah biasa bagi warga, tidak demikian dengan akupresur. Kebanyakan dari pasien belum mengenal pengobatan akupresur.

Meski sudah mengenal pijat, tapi nampaknya akupresur dirasakan berbeda bagi warga. Pengobatan akupresur sebenarnya merupakan metode pengobatan dengan melakukan penekanan atau pemijatan pada titik – titik akupunktur. Titik-titk itu saling berhubungan yang melewati jalur meridian yang kompleks.

Pijat akupresur dapat mengobati penyakit yang ringan maupun yang telah kronis. Biayanya pun relatif murah bila dibandingkan dengan pengobatan medis. Selain itu, lebih alami karena tidak ada unsur kimia yang dimasukkan ke dalam tubuh pada pengobatan ini. Masih banyak lagi keuntungan yang akan didapat bila melakukan pengobatan dengan terapi akupresur.

Di dukuh Tonjong sendiri sudah ada dua kader akupresur yang telah dilatih UPKM/CD RS Bethesda, yaitu Zamroni  dan Rusmin. Mereka telah banyak melayani masyarakat di sekitar kediamannya. Keduanya tidak menetapkan tarif dalam pelayanan, yang terpenting pasien atau si penderita dapat sembuh dan beraktivitas kembali seperti sedia kala. Kini banyak warga yang memanfaatkan pengobatan akupresur sebagai pengobatan yang diandalkan warga desa Deras.

Melalui pelayanan kesehatan ini, ORA KTKB berharap agar masyarakat lebih peduli dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat terus tergugah untuk membangun desa yang sehat dan bebas dari banjir.

ORA KTKB pun berharap adanya tanggapan dari pemerintah agar segera melakukan tindakan untuk mengatasi kasus banjir yang terjadi di setiap tahun di dukuh Tonjong. Sehingga, tahun-tahun akan datang tidak lagi terjadi banjir dan warga pun tidak banyak menderita berbagai macam penyakit. (Asih/ ORA KTKB)

Posted on 7 Maret 2011, in Pengurangan Resiko Bencana. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: