Sekali Lagi, PIJAT AKUPRESUR Terbukti Bisa Menyembuhkan Penyakit Kronis


Agus Yulianto anak dari Tiamah, wanita setengah baya warga RT 03/RW II desa Ujungwatu, kecamatan Donorojo, kabupaten Jepara, menderita polio. Kondisi tangan dan kakinya tidak lurus atau bengkok, tidak seperti kebanyakan anak pada umumnya. Selain itu, perutnya pun buncit sehingga si anak kesulitan dalam bergerak.

Tiamah pun merasa berat ketika hendak meninggalkan anaknya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Tiamah hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan minim. Akibatnya Agus menjadi terlantar dan kurang kasih sayang serta perhatian dari orang tuanya.

Lantaran tidak mungkin Tiamah mengajak anaknya untuk mencari uang, seringkali Agus dititipkan kepada tetangga yang mau mengasuhnya. Setelah kakaknya pulang dari sekolah, baru Agus diasuh kakaknya.

Sebagai ibu, Tiamah tentu menginginkan anaknya bisa sembuh dan dapat bebas beraktivitas seperti anak-anak lainnya. Namun, lagi-lagi kendala perekonomian yang menghambat kesembuhan sang buah hati. Bayangan beban biaya yang mahal apabila harus berobat ke dokter membuat Tiamah enggan membawa Agus ke rumah sakit.

Bagaimana Tiamah mampu membayar biaya pengobatan penyakit anaknya sedangkan untuk makan pun terkadang mereka kekurangan. Sungguh hal yang mustahil bagi Tiamah untuk mengobati penyakit anaknya kecuali ada yang peduli dan membantu biaya pengobatan Agus.

Ternyata Tuhan tidak meninggalkan Tiamah. Ketika ia diperhadapkan masalah yang begitu rumit, Jasemi saat berkunjung ke rumah temannya secara kebetulan melihat Agus di tempat biasa Agus dititipkan oleh ibunya. Merasa kasihan akan kondisi fisik yang dialami oleh Agus, ia menyarankan kepada Tiamah untuk mengobatkan Agus kepada Supriyonohadi warga RT 05/I desa Ujungwatu. Orang yang dirujuk Jasemi adalah seorang akupresuris yang telah lulus dari pendidikan akupresur yang diadakan UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta tahun 2008.

Tanpa ragu-ragu, Tiamah melaksanakan saran Jasemi untuk membawa Agus pada Supriyonohadi. Setelah mendapatkan terapi dari Supriyono beberapa kali, kini Agus mulai pulih seperti anak-anak pada umumnya. Dia sudah bisa berjalan normal dan bermain-main dengan bebas bersama teman-temannya.

Tiamah pun bahagia melihat anaknya normal seperti anak-anak lainnya dan tentunya ia tidak lagi cemas ketika harus meninggalkan Agus untuk bekerja. Dan yang terpenting Agus dapat sembuh hanya dengan pijat akupresur dengan biaya yang relatif murah serta sedikit pun tidak menggunakan obat-obatan kimia.

Pengobatan yang dilakukan terhadap Agus hanyalah salah satu keberhasilan Supriyono dalam menangani berbagai penyakit yang diderita para pasiennya. Baik penyakit ringan hingga kronis, selama ini mampu dia sembuhkan dengan terapi akupresur dan diddukung dengan obat-obatan herbal. Semua ini tentu tidak lepas dari bantuan dan didikan UPKM/CD RS Bethesda yang menjadikannya dipercaya orang untuk bisa membantu menyembuhkan penyakit.

“Saya sangat berterima kasih pada UPKM/CD RS Bethesda yang telah mendidik saya menjadi seorang akupresuris dan diberikan pembekalan ilmu tentang kesehatan terutama mengenal tanaman obat yang berkhasiat”, ungkap Supriyono. “Kini saya dapat membantu masyarakat untuk mengobati penyakit mereka dan hasilnya pun bisa menambahkan kebutuhan keluarga saya,” lanjutnya dengan senyum bangga. (Supriyono/ORA Mekar Sari Bersatu)

Posted on 7 Maret 2011, in Pengobatan Tradisional. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. klo pngn belajar akupresur di mana ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: