ORA PETA SUKMA Belajar Kesehatan Ibu dan Anak


Organisasi Rakyat (ORA) Peta Sukma desa Setrokalangan, kecamatan Kaliwungu, kabupaten Kudus yang bekerja sama dengan UPKM / CD RS Bethesda wilayah Jawa Tengah telah banyak melakukan berbagai cara mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Mulai dari sosialisasi obat tradisional, pelatihan pertanian organik, penanganan bencana hingga pelayanan kesehatan pasca banjir.

Belum lama ini, ORA Peta Sukma kembali memberikan pengetahuan yang sangat berharga bagi ibu-ibu Setrokalangan tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Informasi ini penting diberikan untuk menjaga kualitas generasi penerus bangsa yang akan datang.

Acara Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak ini berlangsung hari Senin, 25 Oktober 2010 di rumah Ariyadi. Ada sekitar 130 peserta yang hadir dalam acara ini, terdiri dari warga dan anggota ORA Peta Sukma. Kegiatan ini menghadirkan dokter Iwan Setyawan sebagai narasumber.

Dokter Iwan yang dikenal dengan sosok yang humoris, dalam pemaparannya  seringkali diselingi dengan humor atau lelucon. Peserta pun, terutama ibu-ibu hamil dan menyusui, dapat mengerti secara gamblang pemaparan yang disampaikan narasumber.

Pada kesempatan ini, dokter Iwan menjelaskan tentang makanan yang baik untuk ibu hamil dan menyusui yang terdapat dalam makanan yang bergizi. Umumnya, makanan bergizi tersebut terdapat pada makanan empat sehat lima sempurna.

Makanan empat sehat lima sempurna terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. “Ini dapat kita temui disekitar kita,” jelasnya.

Menurut dokter Iwan, makanan yang mengandung karbohidrat antara lain terdapat pada nasi, ubi, singkong, jagung dan sagu. Sedangkan untuk proteinnya dapat ditemui pada lauk pauk seperti tahu, tempe, telur, ikan, daging dan masih banyak lagi lainnya.

Sedangkan vitamin berada dalam sayur-sayuran dan buah-buahan. “Tidak perlu mahal, cukup sayur-sayuran atau buah-buahan yang ada di sekitar kita,” paparnya lagi. “Untuk mineralnya didapatkan pada air putih atau pada segelas susu.”

Perlu dihindari makanan atau minuman untuk ibu hamil dan menyusui yaitu makanan atau minuman yang mengandung alkohol, jamu yang mengandung bahan kimia, obat-obatan kecuali resep dokter, merokok, minum kopi atau yang mengandung soda.

Pada bayi usia 0-6 bulan pertama, usahakan bayi mendapatkan ASI (Air Susu ibu). sebab ASI dalam pasca melahirkan banyak terdapat colostrum yang mengandung zat kekebalan tubuh dan sangat kaya protein. Banyak ibu-ibu yang beranggapan salah bahwa makanan bayi saat lahir adalah pisang hijau yang berfungsi membersihkan kotoran pada perut bayi.

Padahal apabila bayi dalam usia 0-6 bulan sudah diberikan makanan padat akan berdampak pada usus bayi. Usus bayi belum mampu mengolah makanan padat. Kapasitas ruang usus bayi hanya mampu memuat cairan kurang lebih sebanyak empat sendok teh. Sehingga ASI yang diberikan ibu sudah mencukupi kebutuhan makanan bayi tanpa perlu adanya tambahan makanan hingga bayi usia enam bulan.

Satu hal lagi yang perlu diketahui oleh para ibu pasca melahirkan,  bila ASI belum bisa keluar atau tidak lancar tidak perlu kuatir. Jabang bayi tidak akan kelaparan selama 24 jam. Sehingga tidak perlu diberikannya susu formula atau cairan lain untuknya karena bayi masih menyimpan makanan dalam tubuhnya sewaktu di kandungan.

Agar sehat dan tidak kedinginan bayi perlu dibedong, ditutup kepalanya, dan sesering mungkin dipeluk ibunya agar ada kontak antara kulit ibu dan anak.

Seorang perempuan ditakdirkan untuk menjadi ibu yang menyusui anaknya. Diharapkan para ibu tidak egois pada anaknya. Hanya demi tampil cantik lalu tidak mau menyusui anaknya.

Perlu diingat, ASI sangat penting untuk pertumbuhan anak karena kaya akan protein, vitamin dan gizi yang sangat dibutuhkan anak. Selain itu, terkandung pula AA/DHA yang baik untuk perkembangan otak anak. “Oleh karena itu, berilah bayi dengan ASI ekslusif, tinggalkan susu formula agar anak kita sehat secara alami,” kata dokter Iwan.

Setelah usia 6 bulan bayi baru diperbolehkan diberi makanan pendamping ASI berupa makanan lumat, seperti bubur susu, bubur tepung atau pisang. Pemberian makanan pendamping ini sebaiknya dilakukan 2 kali sehari.

Sejak usia 9 bulan dapat diperkenalkan makan lembek, seperti nasi tim campur sayuran dan lauk. Tambahan pula buah atau sari buah, misal pepaya, jeruk, pisang dan lain-lain yang diberikan 3 kali sehari sebagai pendamping ASI.

Mulai umur 1 tahun, selain makanan tersebut berikan juga makanan selingan yang bisa diberikan pada bayi 2 kali sehari, yaitu antara makan pagi dan siang serta antara makan siang dan sore.

Sedangkan bayi pada umur 2 tahun ke atas dapat dikenalkan makanan orang dewasa yang bervariasi. Tentu yang bergizi tidak harus mahal tapi cukup memenuhi kebutuhan gizi yang terdapat dalam makanan empat sehat lima sempurna. (Aryadi/ORA Peta Sukma)

Posted on 8 Maret 2011, in Kesehatan Ibu dan Anak. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: