Mureg ORA Jawa Tengah Membangun Komunitas Sadar Bencana


Membangun kesadaran tentang potensi bencana dan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular menjadi komitmen bersama peserta Pertemuan Regional Organisasi Rakyat (Mureg ORA) mitra UPKM/CD Bethesda wilayah Jawa Tengah. Kesadaran ini penting untuk mengurangi risiko bencana, mengingat kejadian bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini, seperti gempa bumi di Tasikmalaya, Jawa Barat dan Padang, Sumatera Barat yang membawa korban dan kerusakan yang tidak sedikit.

Beberapa kejadian gempa bumi ini menyadarkan peserta Mureg ORA yang beralngsung tanggal 22-24 November 2009 lalu tentang perlunya pemahaman tentang jenis bencana kepada masyarakat luas. Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tengah memprediksi masih akan terus terjadi gempa di wilayah pesisir selatan, mulai dari Sumatra hingga Papua.

Gempa bumi yang sering terjadi belakangan adalah gempa tektonik akibat pergeseran antar lempeng yang berada di bawah permukaan bumi. Gempa bumi sering diikuti gempa susulan dalam beberapa jam atau hari setelah gempa pertama. Dampak gempa bumi ini menimbulkan kerusakan seperti bangunan, jalan, jembatan, serta sarana umum lainnya dan juga membawa korban manusia.

Bencana lain yang sering menghantui masyarakat setiap tahunnya, antara lain banjir, angin putting beliung, tanah longsor, dan kekeringan akibat kemarau panjang. Banjir yang melanda Jawa tengah mampu menggenangkan  ribuan hektar lahan pertanian. Berdasarkan data Departemen Pertanian pada musim hujan tahun 2007 hingga 2008 luas area tanaman padi yang terkena banjir mencapai 157.651 hektar. Sedangkan untuk Jawa Tengah sendiri mencapai 52.410 hektar. Banjir juga mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan membawa korban jiwa.

Banjir juga sering melanda beberapa kota di Jawa Tengah. Banjir ini disebabkan penurunan kondisi lingkungan, berkurangnya pohon-pohon besar sehingga daerah resapan air sedikit dan normalisasi sungai yang tidak optimal. Maka bagi daerah rawan banjir apabila menghadapi musin hujan harus segera melakukan tindakan untuk meminimalkan dampak bencana banjir.

Perubahan iklim global juga dipercaya menjadi salah satu penyebab meningkatnya debit air hujan. Meski hujan turun dalam jangka waktu pendek, namun berlangsung sangat deras sehingga menyebabkan banjir.

Sebaliknya, musim kemarau berlangsung lama sehingga mengakibatkan bencana kekeringan di beberapa wilayah. Adanya perubahan iklim global dan potensi bencana ini membuat masyarakat perlu mengupayakan mitigasi dan adaptasi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Kejadian bencana juga sering diperparah oleh kebijakan pembangunan yang tidak memperhatikan potensi-potensi bencana yang ada. Proses pembangunan seringkali mengabaikan sifat, lokasi, frekuensi, dan besarnya bencana serta dampak bagi masyarakat. Namun di sisi lain, managemen resiko bencana seringkali dilaksanakan terpisah dari kegiatan pembangunan.

Selain bencana alam, potensi KLB akibat penyakit menular seperti demam berdarah, malaria, TBC (tuberkulosis) dan sebagainya juga perlu diwaspadai. Pemberian informasi yang komprehensif atau menyeluruh diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan sehingga KLB dapat dihindari.

Melalui Mureg ORA yang bertempat di Balai Desa Baturejo, kecamatan Sukolilo, kabupaten Pati ini digali berbagai informasi tentang kebencanaan sejelas mungkin. Mureg ORA diikuti 60 peserta utusan ORA Jawa Tengah dan mengambil tema “Peran Organisasi Rakyat dalam Membangun Komunitas Sadar Bencana dan Pengurangan Resiko Bencana”.

Topik-topik yang dibahas dalam diskusi, antara lain informasi tentang perubahan iklim, potensi gempa bumi dan upaya pengurangan risiko, potensi bencana banjir di Jawa Tengah, kajian potensi bencana dalam kebijakan pembangunan daerah, dan potensi KLB penyakit menular di Jawa Tengah.

Di akhir pertemuan, peserta Mureg ORA berhasil merumuskan potensi bencana di masing-masing wilayah dan rencana kerja di lingkungan ORA. Peserta juga membuat rekomendasi kepada berbagai pihak untuk mewujudkan komunitas sadar bencana dan pengurangan resiko bencana di masyarakat. (Evyana)

Posted on 21 Maret 2011, in Pengurangan Resiko Bencana. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: