Obat Tradisional Bisa Jadi Andalan Masyarakat


Selama berabad-abad silam, nenek moyang bangsa ini telah menggunakan tumbuh-tumbuhan dan hewan sebagai bahan obat untuk penyembuhan penyakit dan luka. Upaya pengobatan tradisional ini hingga sekarang masih diakui keberadaannya dan cukup potensial untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun demikian, tetap diperlukan pengembangan dan pembinaan kepada peraciknya agar pengobatan tradisional dapat dipertanggungjawabkan kasiat dan keamanannya sehingga tidak merugikan masyarakat.

Memang harus diakui, seiring berkembangnya kemampuan manusia serta penemuan-penemuan baru di dunia medis telah merubah pola kehidupannya, termasuk di bidang kesehatan. Perkembangan dunia medis cenderung mengakibatkan orang semakin menggantungkan masalah kesehatannya pada alat-alat canggih dan obat-obatan kimia buatan pabrik.

Di balik itu, ternyata masih banyak anggota masyarakat yang tidak mampu menjangkau pelayanan medis canggih tersebut, apabila bagi mereka yang kondisi ekonominya rendah. Hal ini menjadi salah satu sebab tingginya angka kasus penyakit hingga angka kematian.

Menyadari biaya pelayanan medis yang mahal, ada kecenderungan masyarakat sadar untuk melakukan tindakan preventif atau pencegahan atau kalaupun sakit akan memilih pengobatan tradisional daripada berobat ke dokter atau rumah sakit. Hal ini dinilai akan lebih menekan biaya.

Pengobatan tradisional (batra) saat ini sangat potensial membantu memperluas cakupan upaya pelayanan kesehatan dan menggerakkan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan. Batra masih menjadi andalan masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Masyarakat umumnya menerima keberadaan batra dengan alasan, antara lain mudah dicapai, sesuai dengan budaya setempat, dapat ditemui setiap saat, biayanya murah, merasa mendapat nasehat dalam menghadapi masalah, dan merupakan pelengkap terhadap pelayanan kesehatan formal.

Masyarakat desa Bogem, kecamatan Japah, kabupaten Blora juga menghadapi persoalan pelayanan kesehatan medis yang semakin mahal dan cenderung kurang memadai ini. Sehingga beberapa anggota masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Petani Sejahtera (OPS) ingin memanfaatkan tanaman obat yang ada di pekarangan untuk sarana pengobatan.

Upaya mewujudkan keinginan itu dilakukan dengan mengadakan Pelatihan Pembuatan Obat Tradisional pada 24 Oktober 2009 yang bertempat di rumah Sutikno, ketua OPS. Pelatihan ini menghadirkan Priambodo Budi Wibowo sebagai narasumber dari UPKM / CD Bethesda Yogyakarta. Pelatihan yang hanya diadakan sehari ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Bogem, khususnya di dukuh Karangori. Disamping memperoleh ilmu, peserta juga bisa mempraktekkan membuat obat tradisional.

Proses penyampaian materi berlangsung cukup menarik. Sebelum menjelaskan materi obat tradisional, Priambodo menanyakan kepada peserta tentang macam-macam ramuan yang sudah dimanfaatkan oleh peserta untuk pengobatan. Obat dari bahan nabati yang pernah dimanfaatkan seperti benalu, binahong, keji beling, dan sambiloto. Sedangkan bahan dari hewani seperti keong, kelelawar, dan cacing. Bahan dari mineral seperti belerang, garam, kapur dan masih banyak lagi contohnya.

Setelah cukup lama melakukan diskusi, maka segera dijelaskannya materi tentang obat-obatan tradisional yang tak kalah penting dari pengobatan medis dalam merawat kesehatan tubuh. Seperti manfaat daun benalu, brotowali, kumis kucing, putri malu atau remujung, daun pepaya, sambiloto, patikan kebo, pronojiwo, temulawak, kunyit, temu giring, daun gondorusa, babakan pule, lempuyang jahe, daun seledri, daun senggugu, tapak liman, mengkudu, dan lain sebagainya. Tanaman tersebut banyak khasiatnya jika masyarakat dengan benar memanfaatkannya.

Daun benalu misalnya, yang menurut orang Jawa menyebutnya kemlandean atau ambai-ambai atau pesilan. Ada yang menyebutkan, tumbuhan ini berasal dari kotoran burung yang menempel di pohon. Tanaman ini termasuk tumbuhan liar yang hidup dan tumbuh pada tanaman yang ditempatinya dan sangat merugikan bagi tanaman tersebut. Namun di balik rahasia alam itu, tanaman parasit itu memiliki khasiat yang luar biasa, yaitu mampu menyembuhkan penyakit kanker.

Menurut kajian Tim Sentra P3T DIY pada tahun 1995/1996 telah diidentifikasikan bahwa benalu selain untuk penyakit kanker, secara tradisional juga bisa menyembuhkan cacar, diare, cacing tambang dan campak. “Daun benalu ini adalah termasuk jenis Dendrophtoe pentandra Miq dan Seurrula atropurpurea,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, peserta dipersilahkan praktik membuat obat dipandu oleh narasumber. Obat yang berhasil dibuat yaitu salep kulit, minyak urut, sirup, beras kencur, dan jamu pegel linu. Hasil praktek dibagikan kepada peserta sebagai contoh untuk pengembangan di rumah masing-masing.

Berdasar pengalaman pelatihan ini, pengurus OPS mengharapkan peserta dapat mengembangkan dan menyampaikan kepada masyarakat luas tentang pentingnya pengobatan tradisional dalam kehidupan untuk memelihara kesehatan.(Yono/ORA OPS)

Posted on 21 Maret 2011, in Pengobatan Tradisional. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: