OPS Merubah Pola Instan dengan Mengolah Ubi-ubian


Adakah cara mengembalikan kesadaran manusia dan merubah pola hidup yang bergantung pada makanan instan?

Saat paceklik di masa peperangan dan awal kemerdekaan, rakyat Indonesia memanfaatkan ubi sebagai makanan pokok. Banyak orang masuk ke hutan mencari makanan demi untuk menyambung hidup mereka.

Keadaan sekarang jauh berbeda. Seiring berkembangnya jaman, banyak pabrik memproduksi produk makanan instan atau siap makan. Tak heran, masyarakat sekarang lebih menggantungkan kebutuhan makanan mereka pada makanan instan yang dianggap lebih hemat waktu dan praktis.

Padahal, apabila dibandingkan dengan makanan lokal, seperti ubi-ubian, kandungan gizi makanan instan masih kalah. Namun, jenis ubi-ubian kini telah tersingkirkan. Makanan instan yang banyak dipasarkan dengan beraneka macam bentuk dan kemasan lebih menarik bagi konsumen dan mereka ingin membelinya.

Masyarakat konsumen tidak sadar, kalau terlalu sering mengkonsumsi makanan instan yang banyak mengandung bahan pengawet itu sangat merugikan kesehatan. Akibatnya kebanyakan orang sekarang lebih rentan terkena penyakit.

Situasi seperti ini membuat Organisasi Rakyat Organisasi Petani Sejahtera (ORA OPS) desa Bogem, kecamatan Japah, kabupaten Blora berpatisipasi membangun kesadaran masyarakat dengan mengadakan Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari bahan lokal.

Pelatihan ini diadakan pada 18 November 2009 lalu dengan menghadirkan fasilitator dari Yogyakarta, yaitu Saminah dan Mahanani. Kedua fasilitator menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya untuk mempelajari cara membuat makanan tambahan yang bergizi dari bahan ubi-ubian, namun juga dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat.

“Kita dapat mengolah ubi-ubian tersebut dengan bermacam bentuk yang unik sehingga mampu menarik konsumen untuk membelinya,” kata Saminah yang sudah beberapa tahun terakhir menggeluti usaha ini. “Tentunya kita akan mendapat keuntungan yang besar karena modalnya gunakan cenderung murah dan mudah didapat di sekitar kita,” lanjutnya.

Pelatihan PMT dari bahan lokal ini merupakan bagian dari visi dan misi ORA OPS yang bermitra dengan UPKM/CD Bethesda untuk mewujdukan hidup sehat. Sebab kesehatan merupakan langkah awal menuju kesejahteraan.

Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengembangkan ilmu tersebut dan membawa generasi penerus menjadi lebih sehat karena mengkonsumsi makanan bergizi. Selain itu juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. (Yono/ORA OPS)

Posted on 21 Maret 2011, in Kesehatan Ibu dan Anak. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: