SEKS YANG AMAN, MENCEGAH PENULARAN HIV-AIDS


Suara percakapan, canda dan tawa terdengar dari luar ruangan sebuah salon yang berlokasi di kecamatan Jati, kabupaten Kudus. Ada apakah gerangan?

Siang itu, sekitar pukul 13.00 WIB di bulan Februari 2011, sejumlah anggota IWAKU (Ikatan Waria Kudus) mulai berdatangan untuk menghadiri pertemuan rutin yang dilaksanakan tiap bulannya.

Pertemuan kali ini agak berbeda dari biasanya, hal ini karena PIKM (Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat) Kudus turut hadir. Meski bukan yang pertama PIKM hadir dan memberikan materi tentang penanggulangan HIV-AIDS dan narkoba, namun kali ini sambutan yang diberikan anggota IWAKU sangat antusias sehingga menambah keakraban dalam pertemuan itu.

Maklum saja, karena pertemuan itu bertepatan dilaksanakan pada bulan Februari sehingga sekaligus merayakan hari valentine. Hari itu, anggota IWAKU ingin juga mendapatkan kasih sayang dari semua pihak dan bukan hanya dari kaum mereka (waria, Red) saja.

Temen-temen mohon kejasamanya untuk mensukseskan acara ini supaya masyarakat bisa melihat bahwa kita itu juga bisa berkarya, berorganisasi dan bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata Triana yang akrab dipanggil Jeng Tri member sambutan. “Dan supaya kita tidak terus menerus dipandang sebelah mata oleh masyarakat,” lanjutnya.

IWAKU merupakan wadah dari para waria yang ada di Kabupaten Kudus. Anggota IWAKU yang mayoritas berprofesi sebagai karyawan dan pemilik salon kecantikan ini beranggotakan 25 orang.

Kegiatan pada siang kali ini dihadiri oleh  20 orang anggota IWAKU, sementara dari PIKM berjumlah 3 orang. Agenda rutin kegiatan ini adalah arisan, iuran wajib anggota dan pembahasan kegiatan organisasi.

Setelah  acara arisan dan rapat kegiatan selesai, PIKM diberikan waktu untuk menyampaikan maksud dan tujuanya yakni sosialisasi HIV-AIDS dan pembagiaan kondom. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan karena salah satu penyebab penularan HIV-AIDS adalah lewat hubungan seksual secara tidak aman.

Hubungan seksual yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan berisiko menularkan dan tertular penyakit kelamin atau PMS (Penyakit Menular Seksual), seperti sipilis dan HIV-AIDS. Salah satu cara untuk mencegah penularan HIV-AIDS adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan dan penggunaan kondom saat berhubungan seks. Sehingga pembagian kondom ini merupakan salah satu bentuk kampanye dalam rangka menanggulangi penyakit tersebut. PIKM memandang aktivitas seksual yang dilakukan oleh sebagian waria ada kecenderungan menyebabkan terjadinya penularan PMS, terutama HIV-AIDS.

Pembagian kondom ini bukan untuk melegalkan hubungan seksual oleh mereka yang bukan pasangan suami-istri dan bukan mengarahkan mereka untuk melakukan prostitusi secara bebas, namun semata-mata untuk melakukan pencegahan penularan HIV-AIDS di masyarakat. Karena mereka juga mempunyai pasangan hidup yang juga belum tentu bebas dari PMS dan sebagian masih melakukan ganti-ganti pasangan.

Pada pertemuan tersebut, banyak juga waria yang datang dengan diantar oleh pasangan mereka. Bahkan, ada juga yang sudah berkomitmen dengan pasangan masing-masing untuk saling setia dan tidak mangkal di jalanan lagi.

Keanggotaan IWAKU sering terjadi keluar masuknya anggota, sehingga meski sudah sering dilakukan sosialisasi tentang HIV-AIDS, masih ada sebagian yang belum paham mengenai penyakit menular mematikan itu.

Beranjak dari  itu, tim dari PIKM menguraikan tentang cara penularan, pencegahan dan menegaskan untuk tidak mendiskriminasikan (mengucilkan) orang atau teman mereka yang telah terkena HIV-AIDS. Dukungan mereka sangat diperlukan untuk memompa semangat agar orang yang terinfeksi HIV-AIDS tetap bisa bertahan dalam melawan penyakit tersebut.

Dari uraian yang diberikan muncul beberapa pertanyaan yang berkenaan dengan penularan serta pencegahan HIV-AIDS. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan gamblang oelh tim dari PIKM.

Di akhir kegiatan, PIKM melakukan praktek pemasangan kondom yang benar dengan menggunakan boneka kayu yang sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga mengundang tawa dan komentar lucu dari anggota IWAKU. Praktek pemasangan kondom ini sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang cara pemasangan kondom agar resiko sobek dan bocor dapat dihindari.

Antusias dan respon positif diberikan anggota IWAKU kepada PIKM. Mereka berharap PIKM bisa terus mendampingi, agar anggota IWAKU semakin paham untuk menghindari HIV-AIDS yang menjadi momok menakutkan saat ini.

Mereka juga sadar pentingnya pengetahuan tentang informasi kesehatan dan keorganisasian bagi diri sendiri dan kelompok agar eksistensi mereka dapat bermanfaat, minimal bagi anggota serta terus mampu berkarya dan menata hidup yang lebih baik. Mereka sadar masih banyak masyarakat yang belum bisa menerima kehadiran mereka. (Triman)

Posted on 3 April 2011, in Penanggulangan HIV-AIDS. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: